Bupati Malaka : Perang Melawan Covid-19

Dibaca 489 kali
Bupati Malaka, Stef Bria Seran

Malaka, SuaraTimor.com / 11 April 2020

Seluruh masyarakat Kabupaten Malaka harus terus berusaha mencegah penyebaran virus Covid 2020. Salah satu jurusnya adalah perang melawan wabah penyakit berbahaya ini.

“ Saya minta seluruh komponen masyarakat Kabupaten Malaka agar terus mengedukasi rakyat untuk berperang melawan Covid 19. Tidak ada jurus lain kecuali dilawan. Tetapi harus bahu membahu memerangi penyakit yang mendunia itu ,” kata Bupati Malaka, Stef Bria Seran ( 11/4)

Tidak bisa ada orang lain tegas Stef Bria Seran yang bisa membantu kecuali diri kita sendiri. Dimulai dari diri sendiri, keluarga, Desa, Kecamatan , Kabupaten, Propinsi dan Pusat bahkan termasuk luar negeri.

“ Untuk melawan virus mendunia ini haru dimulai dari diri sendiri dulu. Berikutnya keluarga, lingkungan RT / RW, Desa / kelurahan dan Kecamatan. Kita tidak bisa mengandalkan orang lain kecuali diri sendiri yang harus bergerak melawan. Tentunya sesuaiprotokol Corona Covid – 19 ,” jelas Stef Bria Seran.

Dikatakannya, dalam menghadapi Pandemi Covid 19 kekuatan utama hanya ada pada rakyat dan rakyat harus terlibat . “Kalau rakyat terlibat tidak ada sesuatu yang berat yang tidak bisa kita atasi. Saya minta teman-teman wartawan supaya menulis masalah ini. Minta partisipasi masyarakat agar bersama-sama pemerintah dan instansi terkait memerangi penyakit ini ,” kata Stef Bria Seran.

Alumni Fakultas Kedokteran UNDIP Semarang ini juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para tokoh agama. Karena dengan sangat bijaksana untuk kemanusiaan dan untuk kepentingan keselamatan fisik telah meniadakan Kebaktian gerejani selama Paskah tahun 2020 ini.

“ Ini hal yang sangat luar biasa yang pernah saya lihat. Saya sudah hidup dibumi ini 62 tahun lebih baru kali ini ada pengumuman dari gereja bahwa semua kegiatan gereja ditiadakan. Berdoa masing-masing di rumah dan mengikuti ibadat melalui Online karena kita terancam penyakit ini .” ujar Stef Bria Seran.

Die mengatakan salah satu bukti bahwa persoalan yang dihadapi soal wabah Covid -19 ini tidak main-main. Karena itu semua lembaga keagamaan baik itu agana Katolik, Protestan, Islam, Hindu/Budha, Confucu dan aliran kepercayaan telah bersepakat tidak melakukan kegiatan kebaktian.

“ Wabah Corona Covid -19 ini serius dan tidak main –main. Untuk itu himbauan pemerintah untuk menaati protokol Corona Covid -19 ini harus dilaksanakan. Kita jangan bangga dan besar kepala bahwa NTT masih negatif. Selama badai wabah ini belum berlalu kita terus waspada ,” tandas Stef Bria Seran.

Dijelaskannya, Penanganan Covid 19 yang terutama itu Pemerintah Daerah bersama semua komponen masyarakat di Kabupaten Malaka baik itu sipil, TNI -Polri, Swasta, Lembaga Agama, lembaga kemasyarakatan, Guru , Pengusaha, Pemuda dan Komponen masyarakat serta unsur masyarakat lainnya tugas utama adalah mengedukasi rakyat. Memberikan sosialisasi kepada rakyat untuk bersama mencegah penularan Covid 19.

Untuk itu kepada rakyat Kabupaten Malaka, Bupati Stef memberikan tujuh butir perintah untuk dilaksanakan.

Pertama, jaga kebersihan diri, kebersihan keluarga dan jaga kebersihan lingkungan kita masing-masing dengan cara-cara sederhana seperti cuci tangan setelah beraktifitas baik sebelum dan sesudah makan, keluar masuk rumah cuci tangan dengan air mengalir dan menggunakan sabun.

Kedua, taati himbauan pemerintah yaitu jaga jarak dalam keluarga baik istri, suami dan anak-anak. Supaya duduk jaga jarak dalam rumah. Mereka yang batuk pilek pakai masker dan orang sehat tidak perlu mengenakan masker

Ketiga, Makan yang teratur, makan yang cukup dan minum air yang banyak.

Keempat, tidak boleh keluar rumah kalau tidak sangat perlu . Dirumah saja dan tidak boleh berkumpul serta tidak boleh bergerombol.

Kelima, tidak boleh membuat kegiatan yang mengundang banyak orang berkumpul baik itu kegiatan sosial kemasyarakatan, kegiatan keagamaan termasuk kegiatan politik. Itu tidak boleh untuk sementara waktu . Kita harus bahu membahu untuk berbuat seperti itu.

Keenam, kita menghimbau kepada seluruh keluarga kita yang baru datang dari luar Malaka entah itu dari Jakarta, Pulau Jawa, Bali, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi , Irian Jaya bahkan dari luar negeri supaya lapor diri di pemerintah setempat dan isolasi diri selama 14 hari serta tidak boleh buat acara.

Ketujuh, Apabila batuk, pilek, demam dan sesak napas segera lapor ke Call Center kita untuk dijemput agar ditangani pihak kesehatan”.

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment