Dasar Acuan Simon Nahak Membangun Malaka Dalam 100 Hari Kerja

Dibaca 658 kali Reporter : Oncu verified

Dr. Simon Nahak, Bupati Terpilih Kabupaten Malaka periode 2020-2025

Malaka, suaratimor.com – 25 Februari 2021

Kemenangan SN-KT pada Pilkada Malaka Desember 2020 membuktikan bahwa rakyat Malaka sudah jenuh dan memiliki hasrat kuat untuk berubah. Hal ini Sekaligus menjadi sumber inspirasi baru dinamika politik dan hakikat kepemimpinan publik. Hasil pilkada ini sekurang-kurangnya mengindikasikan tiga hal penting yang menjadi dasar acuan membangun Kabupaten Malaka.

Pertama, Kemenangannya adalah Milik Tuhan dan Masyarakat Malaka

Simon Nahak menyadari bahwa kemenangan ini bukan kemenangan Simon Nahak, kemenangan ini kemenangan bersama media, kemenangan ini kemenangan bersama rakyat, kemenangan ini kemenangan bersama seluruh stakeholder, seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan Siapapun. Kemenangan ini adalah berkat dari Tuhan.

Dirinya yakin kemenangan yang diraih bukan hanya sekedar pekerjaan manusia melainkan atas restu leluhur, alam semesta dan jawaban atas doa kepada Sang Pencipta Alam Semesta yakni Tuhan sendiri.

“Oleh karena itu, saya ucapkan banyak trimaksih kepada Tuhan, kepada Leluhur, kepada Alam Semesta, Kepada semua tim, atas doa, restu dan berkat sehingga pada tanggal 16 Desember 2020 di KPU kita telah meraih kemenangan”, ungkap Simon Nahak kepada media ini melalui telephon seluler, Rabu (24/02/2021)

Berbicara tentang kemenangan, Simon Nahak kembali menegaskan bahwa kemenangan ini kalau di KPU tanggal 16 Desember 2020, dan itu sudah final.

“Bagi kami bahwa ada pihak lain melakukan Upaya Hukum di MK itu hanyalah hak konstitusional setiap warga untuk bisa melakukan apa saja silahkan. Tapi keyakinan saya bukan soal bupati terpilih, tapi untuk di tingkat mahkamah Konstitusi keyakinan saya sebagai profesi Hukum, sebagai orang yang berkecimpung di dunia Hukum, Argumentasi Hukum saya mengatakan bahwa “Kami Pasti Menang”, dan ini terbukti dengan hasil keputusan MK”, jelas Simon Nahak.

Selain itu, saya sangat yakin bahwa tanpa campur tangan Tuhan semua upaya pasti sia sia. Ketika Tuhan sudah berkehendak maka kemenangan itu pasti. Keyakinan inilah yang dari semula telah mendasari keputusan saya untuk memiliki motto yang selalu dikumandangkannya dalam orasi politiknya yakni “Suara Rakyat itu Suara Tuhan”.

Menurutnya, jika suara rakyat merupakan suara Tuhan maka pengkhianatan terhadap rakyat sama halnya berkhianat pada Tuhan. Jalan satu-satunya adalah membangun Malaka dengan dasar acuan Negara Hukum.

Sumber : Faktahukumntt.com

Halaman 1 dari 4
    1   2   3   4   Selanjutnya  
Lihat Semua

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment