DPRD NTT Meminta Pemkab Serius Atasi Petani Yang Gagal Tanam

Dibaca 439 kali
Ludovikus Taolin, anggota DPRD NTT

Belu, SuaraTimor.com / 28 Maret 2020
Anggota DPRD NTT, Ludovikus Taolin meminta pemerintah di tiga Kabupaten yakni Kabupaten Belu, Malaka dan TTU untuk serius memperhatikan nasib para petani yang tahun ini gagal panen.
“ Fakta menunjukan bahwa tahun ini hamper semua petani di Timor Barat MTT gagal panen. Rakyat mengalami kesulitan berat. Tidak bisa membeli beras dan jagung. Ini karena daya beli mereka tidak mampu. Dilain pihak Pemerintah sejauh ni tekesan menonton ,” kata Ludovikus Taolin, anggota DPRD NTT kepada SuaraTimor.com ( 28/3).
Lebih lanjut politisi PKB ini mengemukakan cuaca, iklim tahun ini kurang berhasahat sehingga sangat merugikan para petani. Curah hujan tidak memadai. Ini membuat para petani ada yang gagal tanam dan ada juga yang gagal panen.
“ Karena curah hujan yang tidak menentu, ada petani yang gagal tanam. Ada yang berhasil tanam tetapi tanamannya akhirnya mati. Ujung-ujungnya gagal tanam. Karena itu Pemkab tiga Kabupaten ini harus memberdayakan mereka seperti melalui padat karya dan lainnya ,” jelas Ludovikus Taolin .
Sebagai anggota DPRD NTT dari daerah pemilihan ( Dapil 7 ) yang meliputi tiga kabupaten itu, ludivikus merasa prihatin atas kondisi petani saat ini. yang mengalami gagal tanam akibat curah hujan yang tidak menentu.
“ Saya harapkan tiga Pemkab ini serius memperhatikan nasib para petani yang gagal tanam dan gagal panen ini. Harus berusaha mencari solusi mengantisipasi bahaya kelaparan di wilayah-wilayah yang mengalami gagal tanam dan gagaal panen itu. Harus sedini mungkin harus bisa mencari solusi agar bisa menjawab persoalan kelaparan yang mungkin akan terjadi akibat gagal tanam tersebut ,” harap Ludovikus Taolin .
Lodovikus juga mengimbau agar tiga Pemkab ini jangan hanya fokus mengeluarkan energi besar untuk urusan Pilkada yang akan dilaksanakan September mendatang.
“Memang Pilkada itu penting. Apalagi tiga Kabupaten ini ikut dalam pilkada serentak tahun ini. Tetapi bagi saya yang amat penting adalah bagaimana kita menyelamatkan masyarakat yang sedang mengalami kesulitan tanam dan terancam kelaparan,” ujarnya.
Selain itu Ludovikus juga minta agar masalah Corono Covid – 19 ini juga harus diperhatikan serius. Apalagi tiga Kabupaten ini berbatasan langsung dengan Negara Timor Leste. Selalu ada pelintas batas illegal yang masuk melalui jalan tikus.
“ Kalau yang masuk leeat jalur resmi, pasti ada pemeriksaan kesehatan di pintu tapal batas. Tetapi bagaimana mereka yang melintas illegal melalui jalan tikus. Dampaknya cukup besar. Faktanya minggu lalu Polres malaka menangkap 4 orang warga Distrik Covalima, Timor Leste masuk Indonesia secara ilegal. Ini juga harus diawasi terus ,” pinta Ludovikus Taolin .

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment