Janda Mariantji Manafe Sayangkan Putusan Hakim, Abaikan Asas Hukum Ne Bis In Idem

Dibaca 465 kali

Kupang, Suaratimor.com- Praktik hukum sering menyerupai perjudian di Meja Hijau. Sebagai negara hukum, penting baik bagi kalangan profesi hukum secara langsung maupun bagi masyarakat secara tidak langsung. Sangat menarik ketika kita mencermati putusan pengadilan yang berbeda terhadap kasus yang sama atau lebih dikenal dengan asas Nebis Idem.

Baru-baru ini, ungkap seorang janda ibu Mariantji Manafe sedang berjuang memperoleh keadilan, yang kadang-kadang hanya menjadi angan-angan (utopia) masyarakat kecil dan dirasakan oleh ibu Mariantji sangat sulit didapat jika berhadapan dengan perusahaan besar.

Ia sempat lega atas perjuangan keadilan dalam Putusan Nomor 208/Pdt.G/2019/PN KPG dan diperkuat oleh Putusan Pengadilan Tinggi Kupang Nomor: 7/PDT/2020/PT KPG melawan BPR Christa Jaya Kupang dan pada tanggal 6 Agustus 2021 Pengadilan Negeri Klas IA Kupang telah mengeluarkan Surat Keterangan Berkekuatan Hukum Tetap (inkracht) mengabulkan gugatan ibu Mariantji.

Sedang Menunjukan Dua Putusan Yang Berbeda Dalam Perkara Yang Sama

Namun Segala celah upaya hukum dilakukan oleh BPR Christa Jaya Kupang baik melakukan Gugatan Sederhana yang menurut Ibu Mariantji beberapa kali tapi selalu tidak diterima oleh hakim.

Selanjutnya
Tulisan ini berasal dari redaksi
Tetap terhubung dengan kami:

Comment