Pemprov NTT Tutup Pintu Tapal Batas dengan Timor Leste

Dibaca 593 kali
kepala Imigrasi Atambua, Kiemas Abdul Halim

Atambua, suaratimor.com / 21 April 2020
Pemprov NTT terhitung 21 April 2020 menutup tiga pintu tapal batas antara Negara dengan Timor Leste. Penutupan ini terkait pencegahan virus Corona, Covid -19 karena di Timor Leste sudah ada warga yang terpapar. Penutupan sesuai instruksi Gubernur NTT Gubernur NTT nomor 334 tahun 2020.

Untukmitu pihak Imigrasi Atambua diminta mengawasi ketat dan melakukan pembatasan atau selektif bagi Warga Negara Indonesia dan Warga Negara Asing ( WNI/WNA) keluar masuk ke melalui tapal batas antara negara dengan Timor Leste. Pembatasan ini terkait pencegahan Covid -19 karena di Timor Leste sudah ada yang terpapar.

“ Ya sejak 21 April 2020 pintu tapal batas antar negara Indonesia dengan Timor Leste ditutup untuk umum. Terjadi pembatasan. Hanya petugas tertentu yang diizinkan melintas sesuai kebutuhan pemerintah dua Negara ,” kata kepala Imigrasi Atambua, Kiemas Abdul Halim ( 21/4)
Kebijakan pembatasan perlintasan orang ini jelas Kiemas Abdul Halim, sebagai tindak lanjut dari surat Gubernur NTT nomor 334 tahun 2020 tentang pembatasan akses WNI/WNA melalui PLBN Terpadu, dan PLB. Hal ini dilakukan rangka pencegahan Virus Corona atau Covid -19.

“ Jadi penutupan pintu tapal batas atau lebih lazim disebut pembatasan ini sesuai kebijakan Gubernur NTT. Ini bagus karena memutus mata rantai penyebaran Virus Covid di dua Negara tetangga ini. Hanya petugas khusus seperti pejabat dua negara atau petugas medis yang diizinkan melintas tapal batas negara ,” jelas Kiemas Abdul Halim.

Imigrasi Atambua kata Kiemas Abdul Halim melakukan pembatasan atau selektif bagi warga negara asing (WNA) yang masuk ke Indonesia melalui PLBN Terpadu, dan PLB di wilayah kerja Kantor Atambua. Begitupun sebaliknya, Imigrasi membatasan akses WNI yang mau ke Timor Leste.
“ Dengan adanya instruksi Gubernur NTT ini kami lakukan selektif untuk pelintas batas. Yang untuk pelintas tapal batas umum tidak diizinkan baik dari Indonesia ke Timor Leste ataupun sebaliknya ,” katanya.

Menurut Halim, mengingat di Timor Leste sudah ada yang terkonfirmasi covid 19, maka Pemerintah Provinsi mempertegaskan kembali kepada Imigrasi Atambua untuk melaksanakan Instruksi Gubernur NTT nomor 334 tahun 2020. “ Jadi instruksi Pak Gubernur NTT itu sudah ditindaklanjuti. Saya lanagsung ke pintu tapal batas memantau dan mengawasi staf ,” ujar Kiemas Abdul Halim.

Sementara itu Kepala Bea dan Cukai Atambua, Tribuana Wetangterah mengatakan mengatakan perlintasan barang ekspor masih dilakukan. Sementara untuk impor dari Timor Leste sudah tidak diizinkan lagi.

‘” Jadi sesuai instruksi Gubernur NTT hanya ada pelintasan barang –barang expor dari Indonesia ke Timor Leste yang diiizinkan. Sementara untuk barang –barang impor dari Timor Leste sudah dilarang masuk Indonesia ,” kata Tribuana Wetangterah.

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment