×
Swipe up untuk membaca artikel

Ingin membaca berita tanpa iklan?

Buka di aplikasi SuaraTimor

Perjuangan Gus Dur Bebaskan Etnis Tionghoa Rayakan Imlek

SuaraTimor

Gus Dur, kata Gus Ami, mendapat banyak perlawanan, dimusuhi kelompok tertentu, difitnah, dan kebijakan tersebut juga disalahpahami. Lebih dari itu, PKB termasuk yang menjadi korban. Partai yang didirikan Gus Dur pada 23 Juli 1998 itu, suaranya menurun cukup drastis di wilayah Jawa Barat.

“Alhamdulillah kita terus berjuang. Sekarang semua mengakui bahwa apa yang dilakukan Gus Dur adalah benar, dan menyaksikan Indonesia menjadi sangat berbhineka dan sangat plural. Dan meski berbeda-beda tradisi dan budaya semuanya tetap bersatu,” ujar Gus Ami.

ADVERTISEMENT

Sebagai catatan sejarah, Inpres No. 6/2000 ditetapkan Presiden Abdurrahman Wahid pada 17 Januari 2000. Pada 9 April 2001, dengan Keppres No. 9/2001, Gus Dur meresmikan Imlek sebagai hari libur fakultatif.

Baca Juga :  Puluhan Anggota Polres Sumba Timur Tes Urine Mendadak, Ini Hasilnya

Empat tahun setelah terbitnya Inpres, tepatnya pada 10 Maret 2004, bertepatan dengan perayaan Cap Go Meh di Klenteng Tay Kek Sie, masyarakat Tionghoa di Semarang menyematkan julukan “Bapak Tionghoa” kepada Gus Dur.

 

Tulisan ini berasal dari redaksi