×
Swipe up untuk membaca artikel

Ingin membaca berita tanpa iklan?

Buka di aplikasi SuaraTimor

Politisi PDIP : Presiden Jokowi Diharapkan Dapat Mengambil Peran Dalam Pertemuan G20

Kontributor: DedyEditor: Redaksi
SuaraTimor

Jakarta, Suaratimor.com – Anggota Komisi 1 DPR Effndi Simbolon menilai indonesia tidak perlu mnggubris adanya pertimbangan amerika serikat agar rusia di keluarkan dari G20, sebaliknya indonesia sebagai presidensi G20 mampu mengambil momentum tersebut untuk membawa perdamaian atas konflik rusia – ukrania.
Politisi PDIP Itu berpendapat indonesia melalui Presiden Jokowi diharapkan dapat mengambil peran dalam pertemuan G20, sehinnga dalam perhelatan G20 tersebut Indonesia tidak dipandang hanya sekedar pembuat sebuah acara.

“Nah, kalau beliau tidak memanfaatkan, beliau hanya sebagai event organizer dong, masa setingkat event organizer kita?” ungkap anggota komisi 1 DPR Effendi Simbolon.

ADVERTISEMENT

menurutnya pertimbangan untuk mengeluarkan rusia dari G20 juga tidak tepat, ia mengatakan hal itu tidak mencerminkan langkah sebuah negara dalam diplomasi Internasional

Baca Juga :  Presiden Ajak Jepang Bekerja Bersama ASEAN Pulihkan Ekonomi Kawasan

Diketahui Presiden rusia Valdimir Putin berencana hadir dalam pertemuan tersebut, ia mengingatkan G20 harus menjadi forum yang enjadi media yang mendamaikan pihak yang bertikai termasuk kaitanya dengan konflik rusia-ukrania.

Sebelumnya pada selasa 22 maret 2022 penasihat keamanan nasional Gedung Putih Jack Solyvent menyatakan bahwa Amerika Serikat akan memimpin tekanan pada rusia untuk disingkar dari forum Internasional atas langkah invasi ke ukrania.

“mengenai pertanyaan G20, saya hanya akan mengatakan kami percaya bahwa ini tidak bisa menjadi bisnis seperti biasa bagi rusia di lembaga Internasional dan komunitas Internasional” ujar Jake Sullivan (22/03/2022).

Berbeda dengan China yang justru menggambarkan rusia sebagai anggota penting G20. DIketahui China telah membrikan tingkat diplomatik ke rusia semakin terisolasi atas invasinya ke ukrania dengan ekonominya di ikat oleh sanksi.

Baca Juga :  Mendikbud Minta Seluruh PEMDA Prioritaskan Guru dalam Program Vaksinasi Covid-19

G20 adalah forum utama untuk kerja sama ekonomi internasional ,”. Ujar Juru Bicara Kemenlu China Wang Wenbin.

 

Tulisan ini berasal dari redaksi