RSUD S.K. Lerik Kupang Memenuhi Syarat Menjadi Rumah Sakit Rujukan Pasien Coviod -19

Dibaca 537 kali

Kupang, suaratimor.com / 20 April 2020
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD )SK Lerik Kupang sudah memenuhi syarat sebagai salah satu dari 11 rumah sakit penyangga penanganan Covid-19 di NTT. Ruang khusus isolasi untuk menampung pasien Covid juga sudah selesai dibangun dan siap dipakai.

“ Ya, RSUD S.K Lerik yang ditetapkan sebagai salah satu 11 rumah sakit di NTT untuk menangani pasien Corona Covid -19 sudah siap digunakan. Ruang khusus untuk isolasi pasien juga sudah tersedia. Ada 10 ruangan ,” kata Wakil Walikota Kupang, Herman man ( 19/4).

Sejak ditetapkan sebagai rumah sakit penyangga penanganan Covid-19 di NTT jelas Herman Man, pihaknya langsung membangun 10 ruang isolasi bertekanan negatif. Sudah selesaai dibangun dan siap dimanfaatkan.

“ Khusus untuk 10 ruang khusus untuk isolasi pasien Covid -19 sudah siap dipakai. Fasilitas lain sudah dipakai selama ini untuk menangani paisen ODP, PDP. Hanya khusus pasien yang khusus untuk disolasi belum ada. Jadi belum dimanfaatkan ,” jelas Herman Man.

Lebih lanjut Herman Man menjelaskan, di RSUD S.K Lerik telah diatur semua prosedur pelayananya. Dimana pasien yang dicurigai punya gejala Covid-19 nanti tidak digabungkan dengan pasien umum.

“Mulai dari pintu masuk sampai mendapatkan pelayanan, para pasien langsung dipisahkan. Tidak digabung dengan pasien yang umum. Jika ada pasien yang terindikasi gejalah Civid -19 akan langsung diarahkan ke ruangan khusus ,” jelas Herman Man
Herman Man mengaku, saat ini RS S. K. Lerik masih membutuhkan tambahan Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga medis.

“ RSUD S.K.Lerik masih membutuhkan tambahan alat pelindung diri ( APD ) untuk para perawat. Persediaan sekarang masih cukup untuk pelayanan beberapa waktu ke depan. Namun kami harus berupaya menambah untuk persiapan cadangan ,” katanya.
Menyinggung soal pembangunan 10 ruang khusus untuk isolasi pasien Covid -19 ini Herman Man menyebutkan dananya diambil dari rasionalisasi, realokasi APBD Kota untuk penanganan Covid-19.

“ Alokasi dananya dari APBD rasionalisasi sebesar Rp 48, 5 milyar. Dana tersebut selain untuk pembangunan 10 ruang khusus isolasi juga untuk pengadaan peralatan medis lainnya dan APD ,” kata Herman Man.

Sementara itu Direktur RSUD SK Lerik Kupang, Marciana Halek membenarkan fasiltas untuk penanganan pasien Covid -19 sudah siap digunakan.
“ Semuanya sudah siap dipakai. Ruang isolasi dan peralatan lainnya termasuk petugas khusus yang disiapkan juga terus siaga 24 jam untuk menangani pasien Covid -19 ,” kata dr Marciana Halek.

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment