Headline

SMK Negeri 8 Kupang Butuh Sentuhan Fisik  Dari Pemerintah

Kupang, Suaratimor.com– Sekolah  Menengah Kujuruan (SMK) Negeri 8 Kupang, terlebih yang dihadapai oleh kepala sekolah Yehezkial Thobias Ledoh yakni kekuranagan ruang belajar dan  ruang praktek siswa perlu ditambahkan apa lagi kami dianggap paling bungsu diantara semua SMK jadi prioritas bangunan berupa fisik pun harus ditingkatkan.

Ungkap Yehezkial Thobias Ledoh Lalu sesuai dengan janji kepala dinas Pendidikan dan Kebudayaan  Provisni NTT bersama dengan Kabid Dikmen akan melanjutkan pembangunan yang masih belum diselesaikan oleh pemerintah kota kupang dan juga penambahan sumber daya tenaga guru serta bendahara bos yang sesuai juknis adalah seorang ASN tetapi semua itu belum terealisasikan alias menunggu.

Tambah Ledo terjadi penambahan  jurusan penerbangan atas dasar perintah Kadis bersama dengan Kabid dikmen, P dan K Prov NTT. “Saya diminta langsung oleh kepala dinas pendidikan dan kabid dikmen untuk membuka jurusan penerbangan yang saat ini sudah berjalan dengan jumlah siswa 20 orang.”

Ia menyampaikan kesulitan ini sangat serius yang perlu diperhatik oleh pemerintah provinsi menjaga agar kedepan ada penambahan murid baru yang semakin minat masuk daftar di SMK ini paling tidak kita punya fasilitas sudah lengkap.

Satu Ruangan Kelas Di Sekat Jadi 2 Rombongan Belajar Siswa

Tahun ini siswa kami sudah mencapai 160 orang berdasarkan dapodik, itu pun masih 3 ruangan dari 8 rombongan belajar karena kelebihan siswa hingga ruang praktek pun kami pake sebagai fasilitas belajar. “akan dibuat sekatan pembagian satu ruangan bisa dijadikan dua ruang belajar sebab sesuai perintah Gubernur akan kita patuhui aturan protokol kesehatan.”

Sebutnya satu ruang belajar akan terisi 20 siswa bahkan 11 siswa lalu hal yang demikian ini tentu pemerintah perlu pengadaan pembangunan ruang belajar dan ruang praktek yang memadai supaya bisa menampung siswa dikemudian hari.

Dari total semua guru 28 orang 5 diantaranya sudah PNS sedangkan yang lain masih honor dibawa minimnya kesejahteraan Guru guru  hampir dua atau tiga bulan tidak dibayar.”karena faktor ekonomi petani ditengah pandemi sangat menurun dan keluhan orang tua maka sebenarnya yuran komite 150 ribu tapi diturunkan menjadi 100 ribu.”

Kesejahteraan  guru sangat disayangkan kalau tidak didoping semangat mereka kurang mencukupi kebutuhan hidup, tandasnya kepada media pada hari rabu 13 Oktober 2021.

Menarik dari pengelaman sebelumnya kami Kesulitan siswa di SMK ini namun kenyataannya sekarang siswa semakin tambah disisi lain daya minat anak-anak mau daftar disekolah semakin meningkat karena ada penambahan jurusan baru yaitu penerbangan, sebab secara letak geografis  kami sangat strategis dan dekat dengan bandara langsung.

Sementara saya juga baru menjejaki kerja sama dengan pihak TNI Angkatan Udara untuk melatih siswa siswi SMK negeri 8, namun kami juga telah bekerja sama dengan pihak Angka sapura untuk mendidik siswa kami pada jurusan mesin dan perawatan pesawat dengan menghadirkan tenaga pengajar dari pihak mereka.

Lalu berbagai jurusan yang ada SMK Negeri 8 baik Pertanian, Teknologi Audio visual ditambah lagi jurusan penerbangan ini langsung saya bangun kerja sama juga Angka Sapura sebagai tenaga ahli perawatan dan mesin pesawat.

Di Provinsi NTT sekolah penerbangan satu-satu di SMK Negeri 8  yang tidak dipandang sebelah mata oleh warga Kota Kupang lagi karena kedepan kami akan rencanakan lebih baik lagi guna mendukung minat murid baru harus masuk di sekolah ini.

Pesannya kepada Pemerintah NTT segera membangun fasilitas kelengkapan SMK Negeri 8 karena saya sangat kurang ruang belajar, saya sangat kekurangan ruang praktek, karena Tatap Muka Terbatas yang sudah  berjalan di seluruh sekolah di kota Kupang, kami membuat sekatan satu ruangan jadi dua rombongan belajar semestinya kami butuh perhatian dari pemerintah, Tutupnya.

 

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment